Kamis, 26 Oktober 2017

PLURALISME (Michael Amaladoss)


 
Bertolak dari konteks kemajemuakan agama di India, kelihatannya iman tradisional kepada Kristus berhadapan dengan ancaman karena berkembangnya pandangan serta sikap positif terhadap kemungkinan  adanya keselamatan di dalam dan melalui agama-agama lain.
Ada tiga pandangan yang dianut, yakni;

1.      Eksklusifisme yang menegaskan bahwa tidak ada keselamatan di luar iman kepada Yesus Kristus, Sang Penyelamat.
2.      Inklusifisme  yang menerima bahwa  mungkin saja ada anugerah keselamatan di dalam agama-agama lain. Namun keselamatan  dalam agama-agama lain  adalah keselamatan di dalam Yesus Kristus.
3.      Pluralisme yang mengatakan bahwa semua agama adalah jalan menuju kepada Sang Realitas Akhir.

Diantara ketiganya, pandangan inklusifisme telah menimbulkan masalah, dimana gereja menjadi pusat keselamatan (eklesiontrisme) yang kemudian dikenal istilah “Kristen anonim”. Sedangkan kalangan pluralisme memberikan perhatian terhadap agama-agama sebagai sistem ajaran atau praktek keagamaan yang dihasilkan sebagai gambaran-gambaran umum atau abstraki-abstraksi yang naïf atau terkesan menyederhanakan dalam membandingkan agama-agama.

Untuk memahami masalah seputar perjumpaan ataupun hubungan antara agama- agama, Michael Amaladoss mengembangkan  kerangka metodologis dengan sebuah realitas agama yang berbeda sebagai orang-orang yang hidup dan bekerja bersama dalam struktur-struktur sosial politik dan kebudayaan bersama. Bahwa kekristenan tidak saja  memiliki suatu tugas panggilan untuk menyaksikan iman, tetapi suatu tanggung jawab  sebagai anggota-anggota suatu persekutuan umat manusia. Karena itu pendekatannya adalah pendekatan dialogis, dimana tidak cenderung menilai dan menghakimi peran agama lain dalam sejarah keselamatan Allah. Pengembangan penelitian seputar masalah diatas, seyogianya diarahkan pada  bagaimana menempatkan orang-orang percaya di dalam pandangan iman kita sendiri, dengan tetap menghargai jati diri mereka, tanpa mengubahsusutkan atau menafsirkan mereka dari sudut pandang kita sendiri.

Dalam upaya membangun suatu paradigma baru, maka dikembangkan beberapa unsur, yakni;

Hubungan dan struktur.
Ketika kita menggunakan pendekatan fenomenologis belaka, maka kita melihat agama sebagai suatu sitem ajaran-ajaran, upacara-upacara keagamaan  dan aturan-aturan untuk tingkah laku. Namun agama pada dasarnya lebih merupakan suatu hubungan antara Allah yang menyelamatkan dan diri manusia yang diselamatkan. Hubungan yang menyelamatkan  antara Allah dan manusia dihayati  dalam konteks suatu kebudayaan dan sejarah. Konteks ini pasti akan mempengaruhi bentuk-bentuk konkret
pengungkapan hubungan itu. Malah ditegaskan, bahwa Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus  telah menjadi bagian dari konteks budaya, dari bahasa dan tradisi Yahudi dan di dalam konteks sejarah di zaman Yesus hidup. Sebagai struktur atau tata susunan,  kita tidak dapat mengabaikan hubungan-hubungan konkret antar agama-agama dengan tradisinya masing-masing. Karena itu, dialog yang sejati yang diharapkan bukan sekedar agama-agama dilihat saling melengkapi, melainkan antara orang yang menganut agama-agama yang dapat saling memperkaya diri mereka sendiri. Suatu dialog antara orang-orang percaya akan memperteguh iman masing-masing agama kepada Allah yang nyata dalam berbagai ragam cara dan jalan.

Allah yang menyelamatkan. 
Bahwa agama-agama hanyalah perantara keselamatan  yang tidak menggantikan Allah, tetapi hanya untuk menghadirkan kasih keselamatan Allah. Namun, kadangkala kehadiran Allah itu dibuat samar-samar oleh cara kita mengatakannya. Dengan membicarakan  tindakan Allah untuk mendatangkan  keselamatan, maka kita diingatkan bahwa di dalam kawasan keagamaan, tidak ada satupun yang betul-betul bersifat manusiawi. Perwujudan diri Allah  dipahami sebagai pemberian  dan karunia (lih. 1 Kor 12:4-11). Karena itu, Tidak ada agama yang pada dirinya sendiri tertutup. Agama selalu dipanggil untuk menjadi suatu tata-susunan atau struktur yang terbuka.

Yesus adalah Kristus.
Menempatkan Yesus sebagai sang Kristus dalam  konteks agama-agaman lain bisa menimbulkan masalah reduksionisme, yakni hanya memilih sifat-sifat tertentu diriNya dan membuang sifat-sifat lain yang ada padaNya. Kutub keilahian dan kutub kemanusiaan historis  dari kerumitan ini kadang-kadang dinyatakan dengan istilah “Kristus” dan “Yesus”. Yesus adalah Sang Kristus, tetapi Sang Kristus bukan hanya Yesus.  Yesus yang hidup di dalam sejarah dibatasi oleh kemanusiaaNya, kebudayaan dan sejarah. Tetapi dalam Yesus berlaku tindakan Allah yang nyata dalam kepenuhan Kristus  pada hari terakhir ketika segala sesuatu diperdamaikanNya. Yesus yang hidup dalam sejarah, bukanlah sekedar Yesus atau kemanusiaan dari Sang Firman. Bahkan ditegaskan, kita dapat menjumpai Kristus di dalam kemiskinan, juga di dalam perjamuan, meskipun caranya tidak sama. Perjumpaan dengan Dia di dalam kemiskinan , malah mungkin lebih penting bagi hidup Kristiani kita. Yesus menjadi sang Kristus di dalam kepenuhan proses sejarah keselamatan, sehingga mendorong kita untuk memperkuat proses penyelamatan Allah melalui pelaksanaan tugas panggilan dan dialog.

Suatu Gereja pelayan.  
Gereja adalah suatu pranata kasat mata yang memliki suatu credo, ritus dan membentuk organisasi. Dalam arti demikian kita dapat melihat gereja sebagai sebuah institusi keagamaan, tetapi sekaligus memiliki misteri Tubuh Mistik Kristus. Jika kita melihat gereja sebagai satu agama, kita tidak dapat memandangnya memiliki keunikan dan kesemestaan seperti kita pandang ada pada Kristus.  Sering ada pandangan yang keliru tentang gambaran mengenai sejarah keselamatan sebagai pertumbuhan gereja, sampai seluruh dunia menjadi gereja. Michael Amaladoss, memikirkan gambaran mengenai Gereja sebagai pelayan.  Tepatnya, sebagai bentuk pelayanan, gereja membantu menyatukan  semua umat manusia, dengan mengembangkan suatu paguyuban umat manusia yang melakukan dialog dan kerjasama. Gereja berkewajiban untuk memberitakan  Yesus dan misterinya, lebih dengan tindakan nyata ketimbang dengan kata-kata, sehingga orang-orang lainpun tertantang dan berpaling kepada Allah (“bertobat”). Orang-orang lainnya dapat mengalami perubahan nyata sementara tetap berada dalam agama-agama mereka sendiri. Ini adalah panggilan untuk melayani, untuk memikul suatu peran tertentu dalam sejarah, dan bukan untuk suatu kehormatan atau untuk merasa diri unggul.

Suatu wawasan sejarah.
Karya sang Firman dan Roh  yang mencakup alam semesta ini ditegaskan oleh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru persisnya atas dasar pengalaman-pengalaman khusus bahwa Allah bertindak untuk menyelamatkan  di dalam hidup seseorang atau hidup suatu umat. Perjanjian antara  Allah dan manusia dilangsungkan sampai tuntas  di dalam konteks kebudayaan dan tradisi-tradisi. Tujuan gereja sebagai suatu persekutuan orang-orang dan paguyuban-paguyuban  adalah juga dalam bentuk melawan model-model struktur atau hirarkis lama. Dengan mendengarkan orang lain dan dengan berusaha mengerti bersama-sama, maka kita dapat dengan makin bertambah-tambah menemukan rencana Allah sebagaimana ini terungkap dalam perjalanan sejarah.

Makna Kristus.
Kristus adalah  sang penyelamat semesta, bahwa Dialah penyelamat semua orang. Ia bukan Allah umat tertentu saja. Tugas gereja adalah bukan untuk mendatangkan Kristus dimana Ia tidak hadir, melainkan  untuk menemukan Dia dimana Ia berada, kadang-kadang  dengan cara-cara misteri yang kita tidak tahu. Paradigma yang saya sedang upayakan untuk susun dan kembangkan akan mengambil suatu tempat diantara inklusifisme dan prluralisme. Misi kita adalah untuk memberikan  sumbangan kita sendiri bagi pemenuhan Rencana Allah atas  dunia ini. Penting artinya bahwa segi penderitaan Kristus, menyamakan  diriNya dengan manusia. Penghayatan Kristus yang menderita,kemudian menarik hati orang seperti  Ghandi dan banyak seniman  Kristen di India, meskipun mereka tidak menjadi bagian dari gereja. Yesus telah menunjukkan  jalan untuk mengedepankan misteri Kristus di dalam dunia dengan cara tertentu  berupa keberpihakan kepada orang-orang miskin , kesiapan  untuk memberi dan menanggung bersama-sama, bahkan sampai mati.
                                                                               

1 komentar:

  1. Best 888casino Apps & Bonuses - JT Hub
    New players at 888casino 안산 출장안마 can 전라남도 출장샵 claim up to $1200 in free bets 천안 출장샵 with an exclusive promo code and 부천 출장마사지 no deposit required, in addition to the 당진 출장안마 welcome

    BalasHapus